PSAK 63 ” Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi”

1a.PSAK 63 tentang Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi telah disahkan oleh DSAK pada tangaal 8 April 2011

2a.PSAK 63 tidak menyatakan atau menganjurkan entitas menggunakan unit pengukuran tertentu dalam kondisi ekonomi hiperinflasi,
2b.namun hanya menyatakan bahwa semua entitas dalam ekonomi hiperinflasi menggunakan indeks harga umum yang sama.

3a.Beberapa pilihan untuk indeks harga umum adalah, indeks harga konsumen, indeks biaya hidup, indeks harga produsen,
3b.indeks harga komoditas, indeks harga barang-barang modal, dan deflator PDB.

4.Di Indonesia, indeks harga umum biasanya mengacu ke indeks harga konsumen yang dikeluarkan Biro Pusat Statistik.

5.Indeks harga konsumen ini menggunakan tujuh kelompok harga yang dihitung di 66 kota di Indonesia.

6.PSAK 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi merupakan adopsi dari IAS 29 Financial Reporting in Hyperinflationary Economies.

7.IAS 29 ini berkaitan dengan penyajian kembali laporan keuangan ketika terjadi ekonomi hiperinflasi dalam mata uang pelaporan entitas.

8.Dalam kondisi semacam ini, laporan keuangan entitas disajikan dalam unit pengukuran kini pada akhir periode pelaporan.

9a.Selain itu, pos-pos terkait di periode sebelumnya disajikan dalam unit pengukuran kini pada akhir periode pelaporan,
9b.dan laba rugi atau posisi moneter neto diakui dalam laporan laba rugi dan diungkapkan terpisah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s